Translate

Kamis, 24 Mei 2012

Trilogi Klan Otori



Satu buku lagi yang bercerita mengenai Samurai adalah Trilogi Klan Otori. Tepatnya bukan terdiri dari 3 buku, namun ada tambahan 2 buku lagi untuk melengkapi cerita ini. Adapun trilogi ini karena ketiga buku ini adalah inti cerita dari Klan otori. Dikarang oleh Lian Hearn, bercerita tentang Klan Otori di jaman kerajaan tengah di Jepang dimana perang antar klan masih berkecamuk, dan panglima perang klan bersaing berebut pengaruh dan wilayah kekuasan. Sentral cerita adalah perjuangan dari Lor Otori Takeo mengembalikan nama baik klan dan mengembalikan kedamaian di kerajaan tengah. 

Terdiri dari 3 buah buku yakni :
1. Across a nightingale floor
2. Grass for her pillow
3. Brilliance of the moon

Kemudian dilanjutkan lagi dengan 2 buku yang menceritakan awal dan akhir dari cerita tentang klan Otori ini, yakni Heaven's net is wide dan The Harsh Cry Of The Heron. Mengingat 2 buku yang disebut terakhir munculnya setelah kisah triloginya, maka membacanya terpaksa harus triloginya dahulu, padahal bila telah memiliki lengkap maka kronologi membacanya jadi : Heaven's net is wide, Across a nightingale floor, Grass for her pillow, Brilliance of the moon dan pungkasannya di The Harsh Cry Of The Heron.

Penggambaran detil baik kondisi jepang saat itu dan pelaku-pelakunya seperti membawa pembaca ke dalam alam nyata dengan kata lain bukan seperti membaca melainkan menonton cerita. Biarpun begitu intrik yang menjadi pokok cerita tidak diabaikan begitu saja melainkan digambarkan dengan begitu menarik dengan gambaran antogonis yang membuat pembaca menjadi jengkel. Banyak pesan moral yang disampaikan dalam kumpulan novel ini tanpa ada kesan menggurui. Dan menurut pendapat saya novel ini jenis yang harus dibaca oleh penyuka novel.


Tidak heran, ending novel yang mengesankan ini, layak membuat karya Lian Hearns ini mendapat banyak penghargaan seperti Notable Book 2002 dari New York Times, Best Novels of the Year dari Book Magazine's, BookBrowse Favourite Book (2002), Nielsen BookData/ABA: Book of the Year Award (shortlist), Times: The Most Compelling Novel to have been Published This Year, Wirral Paperback of the Year (2004), Dutscher Jugendliteratur-preis (2004), Peter Pan Award, Prix Litterature in the La Nuit De Lire, Winner of the Alex Award, YALSA Best Books of (2004) dan School Library Journal Best Adult Book for High School Readers


Kamis, 03 Mei 2012

Swordless Samurai



Lahir dari keluarga petani miskin di provinsi Owari dengan segala kekurangan baik kondisi ekonomi, pendidikan maupun penampilan fisik bagi sebagian besar orang hal ini adalah nasib buruk dan nyaris tidak ada harapan untuk menatap masa depan. Tetapi ini tidak membuat Hideyoshi meratapi nasibnya dan cuma duduk bertopang dagu, namun dia membalik seluruh kesialan dan segala kekurangannya menjadi kesempatan dan keberuntungan.
Segala kekurangan yang dimilikinya digunakan alat untuk memacu diri nya untuk belajar tentang kehidupan sembari merangkai takdirnya menjadi seorang pemimpin legendaris Jepang. Dia terus mengasah semangat dengan mengandalkan kecerdikan, negosisasi, tipu daya dari pada menggunakan senjata atau kekerasan, sehingga seiringan dengan waktu dia bisa menapak menjadi orang yang sangat berkuasa di Jepang. Apakah ada rahasia yang dimiliki oleh Toyotomi Hideyoshi dari bukan siapa-siapa menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di Jepang?

Dalam buku The Swordless samurai ditulis dengan sudut pandang orang pertama, yang membuat kita selaku pembaca mengalami seperti apa yang dialami oleh Hideyoshi. Selain menceritakan perjuangan Hideyoshi dari "bukan siapa-siapa" menjadi "siapa", buku ini memberikan saran-saran bagi kita dalam menghadapi hidup. Seperti yang diungkapkan oleh Hideyoshi "Keberhasilanku dalam meraih kepemimpinan dibangun atas dasar-dasar yang terdengar lumrah seperti pengabdian, penghargaan, kerja keras dan tindakan tegas". Begitu sederhana dan sering kita dengarkan kalimat tersebut, namun Hideyoshi melaksanakan prinsip hidupnya melampaui kewajaran. Bekerja tiga kali lebih keras, bertindak lebih keras pada diri sendiri, mengabdi lebih setia dan menghargai orang lain tiga kali lebih tinggi, maka membuatnya menjadi pemimpin.

Buku ini cukup adil mengungkapkan riwayat hidup Hideyoshi, walaupun ada sebagian sejarawan menganggap Hideyoshi tidak waras di tahun- tahun terakhir kekuasaan namun kita tahu Hideyoshi cuma manusia biasa, tidak salah karena buku ini tidak hanya mengisahkan prestasi-prestasi keberhasilan Hideyoshi melainkan juga cerita-cerita kegagalan Hideyoshi serta segala kekurangan Hideyoshi. Didukung data sejarah berupa dokumen, surat menyurat menjamin bahwa sejarah kepemimpinan Hideyoshi mendekati akurat di tengah-tengah mitos tentang Hideyoshi.


Terus terang ini buku The Swordless Samurai adalah buku motivasi yang paling saya suka karena banyak prinsip-prinsip yang digunakan dapat diaplikasikan dalam hidup kita dan hubungan kita dengan sesama. Tidak sulit untuk memahami buku ini, karena yang diungkapkan adalah sederhana dan dapat diterapkan sehari-hari. Jujur saja saran saya kalau ke toko buku, cari dan belilah buku ini, di jamin setelah membaca buku ini anda akan dapat pencerahan mengenai hidup dan cara menghargai hidup.

Selasa, 01 Mei 2012

The Last Narco - El Chapo Guzman

Ini buku saya beli karena penasaran baca berita di internet maupun koran isinya kok di Mexico banyak pembunuhan sadis yang dipenggal lah, di mutilasi lah, dibakar lah dll pokoknya sadis-sadis. Ternyata mereka adalah korban perang antar geng narkotik disana untuk memperebutkan daerah kekuasaan peredaran narkotik. Browsing-browsing di internet kok faktanya menakutkan sekali perang geng di Mexico karena juga melibatkan militer, so pas ada buku ini di Gramedia kok pas dengan keingintahuan saya perihal asal muasal dan penyebab perang genk di Mexico.

Model penulisan dengan menggunanakn sudut pandang narasumber dan berita-berita di koran yang dipercaya. Untuk terjun langsung mewawancarai pelaku menurut penulis sangatlah tidak mungkin karena sangat berbahaya. Namun dengan model penulisan ini dapat diketahui sejarah, asal muasal dan penyebab terjadinya kekerasan di Semenanjung Mexico. Penulisan juga bersentral pada tokoh gembong narkotik yang saat ini diperkirakan merupakan pemimpin kartel terkuat di Mexico yakni El Chapo Guzman, yang sejak tahun 2001 menjadi buron International. Bahkan majalah bisnis terkemuka memasukkan El Cahpo menjadi salah satu dari 100 orang terkaya didunia yang membuat Forbes menuai protes dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Mexico sendiri. 

Buku yang menarik dibaca terutama bagi penggemar buku non fiksi dan dapat memuaskan keingintahuan kita tentang seberapa besar sih peredaran narkotik di dunia dari sisi quantitas dan nilai uangnya.