Translate

Senin, 20 April 2009

The Namesake


Novel ini menceritakan bagaimana kerasnya perjuangan imigran india di tengah lingkungan Amerika yang terkenal sangat individualis. Hal ini digambarkan dengan tokoh Ashima, Ashoke, Moushumi, dan Gogol.
Novel ini bercerita tentang riwayat hidup seorang pemuda bernama Gogol sebagai tokoh sentral. Mulai dari proses kelahirannya, proses pemberian nama Gogol, sampai akhirnya ia tumbuh dewasa, menjalani proses pendewasaan dalam dirinya yang membuat ia memandang orang tuanya bukan sebagai orang tua yang kolot, tapi sebagai orang tua yang sederhana yang menjalani semua ritual yang sebenarnya ditujukan untuk anak-anaknya. Lebih dari pencarian jati diri seorang Gogol, lebih dari perasaan yang berkecamuk pada diri seseorang saat mengetahui nama yang dimiliki sangat aneh, absurd, sama sekali bukan nama Amerika ataupun India, seseorang yang menginginkan nama akan lebih sederhana dan lebih berarti.
Novel ini mengalir dengan tenang, santai tapi diiringi gejolak-gejolak diantara tokohnya. Tenang tapi tidak membuat kita merasa bosan, karena penggambaran Jhumpa Lahiri yang detail terhadap lingkungan sekitarnya membuat kita membayangkan apa sebenarnya yang terjadi dan konflik batin apa yang terjadi diantara tokoh-tokohnya.
Berikut ini adalah kutipan favorit yang dapat pembaca temukan dalam buku ini :

Ashoke: apakah kau akan mengingat hari ini, Gogol?

Gogol: Berapa lama aku harus mengingatnya?

Ashoke:Cobalah selalu Mengingatnya.

Ashoke: Ingat bahwa kau dan aku melakukan perjalanan ini,
bahwa kita pergi bersama-sama ke tempat yang paling ujung, dan
tidak bisa ke mana-mana lagi setelah itu.


Buku ini sangat menarik untuk dibaca, merenungi diri kita. Apakah arti nama yang diberikan orang tua pada diri kita dan seberapa berartinya nama itu bagi mereka.

Sebagai catatan, Novel ini telah di filmkan dengan bintang utama Kal Pen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar