Translate

Kamis, 26 April 2012

Taiko



Jepang pada abad 16, merupakan abad panglima-panglima perang klan yang berkuasa, Jepang menjadi medan perang raksasa panglima perang klan berebut kuasa. Pada abad itulah muncul 3 orang luar biasa bagai komet melintas di angkasa, yakni Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieasu. Ketiga orang inilah menjadi tokoh sentral dalam novel ini. Sifat ketiga tokoh sentral ini sangat bertolak belakang, namun digambarkan secara sederhana melalui puisi sebagai berikut :
  • akanu nara, koroshite shimae, hototogisu (If the cuckoo does not sing, kill it.)
  • Nakanu nara, nakashite miseyou, hototogisu (If the cuckoo does not sing, coax it.)
  • Nakanu nara, naku made matou, hototogisu (If the cuckoo does not sing, wait for it.)

Atau bila diterjemahkan sebagai berikut :

Bila burung kukuk tidak mau bernyanyi, bunuh saja (Oda Nobunaga)
Bila burung kukuk tidak mau bernyanyi, buat burung itu menyanyi (Toyotomi Hideyoshi)
Bila burung kukuk tidak mau bernyanyi, tunggu saja sampai mau menyanyi (Tokugawa Ieasu)

Banyak pesan moral dan hikmah yang bisa diambil dalam buku ini antara lain Tokoh Toyotomi Hideyoshi bukan keturunan bangsawan/samurai hanya anak seorang petani yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu meraih posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan jepang dengan gelar Kampaku (wakil kaisar). Selain mampu meraih kekuasaan dari sekedar pembawa sendal, Toyotomi Hideyoshi memanfaatkan kecerdikan nya dalam bernegosiasi dengan musuh-musuhnya tanpa melalui pertumpahan darah sehingga saat ini Toyotomi Hideyoshi dikenal sebagai Samurai Tanpa Pedang,  lewat Toyotomi inilah masa perang Saudara antar klan selesai dalam ari telah tercapai penyatuan Jepang dan Jepang menyebutnya Zaman Keemasan. Eiji Yoshikawa mampu menuangkan, meramu dan menggambarkannya konflik-konflik, pertentangan batin, kesetiaan, penghianatan, cinta dengan sangat apik. Jujur saja, saya sudah membaca buku ini 4 kali, dan tetap tidak merasa bosan walaupun buku ini lebih dari 1.000 halaman, sayang menurut saya banyak bagian yang dipotong/disunting oleh pihak penerbit mungkin karena alasan jumlah halaman. Hal ini disayangkan karena apabila anda sudah membaca kedua kalinya pasti merasa ada beberapa cerita yang meloncat dan tidak tuntas. Tapi afterall ini adalah satu buku yang saya rekomendasikan untuk dimiliki.

Sebagai penutup ini adalah salah satu quotes dari Toyotomi Hideyoshi yang memberi gambaran kalau dia lebih suka mengalahkan musuh-musuhnya lewat jalan diplomasi:

“Aku tidak pernah mahir dalam seni berpedang. Bahkan, ronin kelas tiga sanggup mengalahkanku dalam perkelahian jalanan! Aku sadar, aku harus lebih menggunakan otak daripada tubuh, khususnya jika aku ingin kepalaku tetap menempel di leher”
― Hideyoshi Toyotomi

Rabu, 25 April 2012

The Bear and The Dragon


Satu lagi buku dari Tom Clancy master of military and techno thriller, masih ada kaitan dengan buku-buku lainnya seperti Clear n present danger, executive order dll karena tokohnya masih Jack Ryan sebagai presiden Amerika. The Bear and the Dragon sendiri bercerita seputar perseturuan Rusia dan China memperebutkan Ladang emas dan minyak yang baru ditemukan di Siberia, dengan tambahan plot keterlibatan Amerika membantu Rusia karena Rusia bergabung dengan NATO(?). 
Penulisan rinci dan kemahiran penulis memainkan plot cerita serta pengetahuan penulis tentang teknologi persenjataan yang digunakan membuat cerita novel ini terasa seperti novel bukan fiksi tetapi seperti membaca Jane's Defence weekly. Sebuah buku yang patut dan layak dibaca oleh penggemar military action.